PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan situasi dilema baik
sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran. sebagai pemimpin pemimpin
pembelajaran, guru sering dihadapkan pada dilema kasus-kasus yang etis yang
menuntutnya untuk mampu mengambil keputusan terbaik bagi peserta didik. Setiap
keputusan yang diambil guru dalam merespons kasus dilema etis akan berdampak
besar bagi perkembangan dan masa depan peserta didik. Untuk menjaga konsistensi
dan koherensi dalam pengambilan keputusan, guru harus memahami metode dan
langkah-langkah pengambilan keputusan ketika berhadapan dengan masalah dilema
etis.Oleh karena itu materi PGP pada modul 3.1 tentang Pengambilan keputusan
sebagai Pemimpin pembelajaran merupakan materi yang sangat penting bagi kita
baiksebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran.
Setelah
mempelajarimodul ini, saya mahamai
beberapa konsep,
yaitu: dilema etika dan bujukan moral,
4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9
langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda
di luar dugaan?
A.
Dilema etika (Benar Vs Benar)
Dimela
etika merupakan suatu situasi yang dihadapi oleh seseorang dimana ia harus
membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat untuk dilakukannya. Situasi
yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua
pilihan secara moral benar tetapi bertentangan.
B.
Bujukan moral (Benar Vs Salah)
Bujukan
moral mrupakan suatu situasi yang
dihadapi seseorang dimana ia harus membuat keputusan antara benar atau salah.
Dari
pengalaman kita bekerja di manapun, kita telah mengetahui bahwa dilema etika
adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu.
Ketika
kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasar
yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan,
kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.
C.
4 Paradigma pengambilan keputusan
Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang
terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:
1.
Individu lawan masyarakat (individual vs community)
Dilema individu melawan masyarakat adalah bagaimana membuat pilihan antara apa yang benar untuk satu orang atau kelompok kecil , dan apa yang benar untuk yang lain, kelompok yang lebih besar.
2.
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
Dalam paradigma ini ada pilihan antara mengikuti
aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya. Pilihan yang ada adalah
memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang di satu sisi,
dan membuat pengecualian karena kemurahan hati dan kasih sayang, di sisi lain.
Kejujuran dan kesetiaan seringkali menjadi
nilai-nilai yang bertentangan dalam situasi dilema etika. Kadang kita perlu
untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan berlaku setia (atau bertanggung
jawab) kepada orang lain.
4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah
diamati. Kadang perlu untuk memilih antara yang kelihatannya terbaik untuk saat
ini dan yang terbaik untuk masa yang akan datang.
D. Prinsip Pengambilan Keputusan
Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral. Akal dan moral dua dimensi manusia yang saling berkaitan. Etika terkait dengan karsa karena manusia memiliki kesadaran moral.(Rukiyanti, L. Andriyani, Haryatmoko, Etika Pendidikan, hal. 43).
Dari
kutipan di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa karsa merupakan suatu unsur
yang tidak terpisahkan dari perilaku manusia. Karsa ini pun berhubungan dengan
nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau pun
tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran
seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika.
Ketiga prinsip tersebut adalah:
1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir
(Ends-Based Thinking)
2. Berpikir Berbasis Peraturan
(Rule-Based Thinking)
3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli
(Care-Based Thinking)
E.
9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan.
1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai
yang saling bertentangan dalam situasi ini.
2. Menentukan siapa yang terlibat
dalam situasi ini
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini
4. Pengujian benar atau salah
a. Uji Legal
b. Uji Regulasi/Standar Profesional
c. Uji Intuisi
d. Uji IntuisiUji Halaman Depan
Koran
e. Uji Panutan/Idola
5. Pengujian Paradigma Benar lawan
Benar
6. Melakukan Prinsip Resolusi
7. Investigasi Opsi Trilema
8.
Buat
Keputusan
9.
Lihat
lagi Keputusan dan Refleksikan
Mengingat Pentingnya materi ini, saya akan mentransfer dan menerapkan
pengetahuan yang saya dapatkan di program guru penggerak ini di
sekolah/lingkungan saya. Langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai
mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran yaitu dengan cara memulai dari diri saya sendiri yang akan menerapkan
bagaimana cara mengambil keputusan sesuai dengan apa yang telah saya pelajari,
kemudian mengajak/menggiring rekan sejawat untuk dapat menerapkan
langkah-langkah dalammengambil keputusan sebagaipemimpin pembelajaran. Langkah-langkah
tersebut akan saya terapkan mulai hari ini. Didalammelakukan suatu perubahan yang baik, tentunya tidak
bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu saya akan meminta dukungan dan
pendampingan dan rekan diskusi dalam pengambilan keputusan mulai dari kepala
sekolah, Tim managemen sekolah dan rekan sejawat.
Semoga apa yang saya rencanakan ini dipermudah oleh Allah, karena
sejatinya manusia hanya bisa berencana tapi Allah lah yang sebagai penentu dan
pemberi keputusan yang terbaik.

Komentar
Posting Komentar