MENERAPKAN 9 LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN TEKHNIK PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID 19 DI SMAN 2 GERUNG

 

MENERAPKAN 9 LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN TEKHNIK PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID 19DI SMAN 2 GERUNG

OLEH

PGP_ANGKATAN 2_LOBAR_BAIQ HERLINA_3.1.a.10_AKSI NYATA

 A.    LATAR BELAKANG

Setiap orang tentunya memiliki pengalaman yang terkadang menjadi dilema etika yang dihadapi baik dilingkungan pribadi,keluarga, maupun instansi tempat ia bekerja.

Berdasarkan Instruksi Gunernur NTB No. 180/02/KUM tahun 2021 tentang pengendalian pencehahan dan penanganan wabah pandemic covid 19 dan pemberlakukan pembatasankegiatan masyarakat berbasis mikrodi provinsi NTB tanggal 23 maret 2021, maka dilingkup Dinas Pendidikan dankebudayaan provinsi NTB diberlakukan belajar secara tatap muka terbatas, mengikuti aturan sebagai beriku:

a.       Jumlah Maksimal siswa perkelas adalah 18 siswa

b.      Pembelajaran dilakukan dengan Shiff/Block

SMA Negeri 2 Gerung merupakan sekolah kecildengan jumlah siswa rata-rata 21 siswa perkelas sehingga jumlah siswa setiap shiff/blok adalah rata-rata 10 siswa. Setelah satu bulan berjalan, tingkat ketidakhadiran siswa ketika tatap muka terbatas dengan shiff/block sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena jumlah siswa tiap shiff sangat sedikit menyebabkan siswa tidak semangat untuk masuk sekolah. Belum lagi yang rumahnya jauh merasa enggan untuk menyewa kos karena mersa tanggung(masuk sekolah hanya 3jam dan 3 kali dalam seminggu).

Melihat kondisi ini, saya bersama kepala sekolah mengadakan rapat bersama rekan guru dan pegawai untuk mencari solusi agar semua siswa termitivasi untu melakukan tatapmuka terbatas. Selaku guru penggerak saya mencoba menerapkan langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran untuk menemukan solusi dari permasalahan yang timbul pada pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 2 Gerung.


B.     DESKRIPSI AKSI NYATA

Saya sebagai CGP yang sudah mempelajari langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran , maka saya menerapkan 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradigma pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusansebagai berikut:

1.      Apa keputusan  yang anda ambil?

Saya memberi masukan agarpembelajaran dilakukan dengan tatap muka terbatas(jumlah siswa maksimal tetap 18 siswa) namun tidak menggunakan shiff/blok.

2.      Prinsip mana yang anda gunakan?

Saya menggunakan prinsip berpikir berbasis rasa peduli(Care-Based thinking) karena ada rasa peduli tentang keberlangsungan pendidikan siswa.

3.      Menerapkan 9 langlah pengambilan keputusandan pengujian keputusan.

a.       Apa nilai-nilai yang saling bertentangan pada kasus tersebut?

Nilai-nilai yang bertentangan adalah Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

b.      Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

Pengawas sekolah, Kepala sekolah,Guru,pegawai,Murid dan Walimurid/komite.

c.       Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?

Fakta-fakta yang relevan yaitu:

·         Aturan PTM dengan shiff/Block

·         Jumlah siswa maksimal 18 siswa/shiff

·         Tingkat kehadiran siswa sangat rendah

·         Banyak siswa yang berasal dari luar kecamatan yang biasanya kos.

d.      Pengujian benar atau salah

·         Uji Legal: Apakah ada aspekpelanggaran hokum dalam situasi ini?

Tidak ada

·         Uji Regulasi: apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut?

Ada yaitu melanggar sebagian aturan PTM terbatas yang dikeluakan oleh Dikbud rovinsi NTB

·         Apakah yang anda rasakan jika keputusan anda dimuat dihalaman depan Koran?

Tidak nyaman

·         Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh idola anda?

Idola saya akan melakukan hal yang sama.

e.       Jika situasi ini adalah situasi dilemma, paradigm mana yang terjadi?

Paradigm yang terjadi yaitu Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

 

f.       Dari 3 prinsip penyelesain dilemma,prinsipmana yang akan dipakai?

Saya menggunakan prinsip berpikir berbasis rasa peduli(Care-Based thinking) karena ada rasa peduli tentang keberlangsungan pendidikan siswa.

 

g.      Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidaterfikir sebelumnya?

Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka terbatas denagn jumlah siswa maksimal tetap 18 siswa/kelas namun tidak menggunakan shiff/blok.sebagian siswa dijadikan sebagai Tim disiplin sekolah secara bergiliran.

 

h.      Apa keputusan yang anda amnil?

Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka terbatas(jumlah siswa maksimal tetap 18 siswa) namun tidak menggunakan shiff/blok.

i.        Coba lihat lagi kepuusa anda.

Menurut saya keputusan yang saya ambil adalah tepat, karena saya takut siswa tersebut banyak yang putus sekolah

C.     Alasan mengapa melakukan aksi nyata ini

Karena dilema etika selalu kita hadapi sebagai pemimpin pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk pengambilan keputusan yang benar dan efektif, maka kita senantiasa berpegang pada 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradingma , dan 9 langkah pengambilan keputusan.

D.    Hasil Aksi Nyata yang Dilakukan

Setelah melaksanakan  aksi nyata 3.1.a. 10  ini baru saya menyadari bahwa sebagai pemimpin pembelajaran kita selalu dihadapakan pada sistuasi dilema etika/ Hal itu juga saya rasakakan pada saat pengambilan keputusan utuk menentuka langkah terbaik yang harus dilakukan. Adapun hasil dari aksi nyata ini yaitu sebagai berikut:

1.  Mendapatkan banyak pengalaman baru dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

2.  Warga sekolah dapat menanamkan nilai budaya positif dalam pengambilan keputusan

3.  Keputusan yang  dapat dipertangungjawabkan

E.     Pembelajaran yang Didapatkan dari Pelaksanaan

Tidak semua aturan menimbulkan dampak positif.

F.      kegagalan adalah sebagai berikut:

Pengambilan keputusan belum mematuhi peraturan yang berlaku

G.    Keberhasilan

a. Warga sekolah dapat menumbuhkan dan menanamkan budaya  positif dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

b. Peserta didik termotivasi untuk sekolah sehingga tingkat kehadiran siswa meningkat.

c. Proses dilingkungan sekolah berjalan nyaman, aman, dan menyenangkan  serta efekitf sehingga terwujud kemerdekaan belajar sesuai profil pelajar Pancasila

d. Bisa membedakan antara dilema etika dan bujukan moral

                    H.    Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Rencana perbaikan yang akan dilakukan penulis adalah untuk mendapatkan keputusan yang bertangungjawab, dibutuhkan kerajasama semua komponen yang ada dilingkungan sekolah  dalam pengambilan keputusan karena akan muncul sudut padangan yang berbeda dalam pengambilan keputusan.

Sebagai pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kedepannya akan berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkansehingga siswa tetap termotivasi untuk belajar tamoa melanggar aturan yang ada. Perasaan yang saya rasakan ketika memberi masukan pada saat rapat kelulusan  saya merasa senang dan gembira dapat menyalurkan aspirasi dan ide-ide dalam pengambilan keputusan, dan keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama dan akan menjadi tanggung jawab bersama.

 

 






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI: INDONESIAKU

Akrostik: SMANDARU CETAR

SAYA SERASI SEJATI